Selasa, 21 April 2020

Kuntilanak Berambut Pendek

               Kuntilanak Berambut Pendek
                                                       
            Oleh : Siti Uswatun Khasanah





         "Glotak.. Glotak" terdengar suara dimalam hari, membuat mataku, tiba-tiba membelalak terbangun dari tidur. Rasa penasaran muncul dalam benak ku, pukul 01:06 dini hari dimana keheningan mencekam, hanya hembusan angin kecil yang berdansa diatas kepalaku. Aku menelusuri dimana sumber suara itu, dengan rasa was-was menyelimuti diri ini, karena aku sedang sendirian dirumah. Aku mencoba menelusuri dapur namun tak ada apa-apa, semua benda tersusun rapi pada tempatnya. Karena sudah terlanjur didapur, aku sekalian ke toilet untuk buang air kecil. Tapi, agaknya ada yang membuat bulu kuduk ku merinding, dan tidak seperti biasanya. Akupun segera menyelesaikan hajatku di toilet dengan buru-buru. Karena aku sangat takut sekali. Aku langsung lari menuju kamarku untuk merebahkan tubuhku lagi diatas kasur, walaupun rasa was-was masih menyelimuti benakku, aku mencoba menenangkan diri dengan me-play lagu-lagu favoritku, agar menghilangkan suasana mencekam. Aku terlarut dalam alunan musik, sehingga membuat ku tanpa sengaja tertidur kembali. Aku tertidur pulas, namun tiba-tiba, tubuhku seolah-olah tak bisa bergerak sama sekali, terbujur kaku dan ketika ingin menjerit pun aku tak bisa bersuara sedikitpun. Semua panca inderaku terkunci, namun aku masih meyadari situasi disekelilingku. Aku mencoba membangunkan tubuhku dengan sekuat tenaga, namun hasilnya nihil. Aku berfikir, apa yang terjadi dengan diriku?, aku masih menyadari diriku diatas kasur, mendengar musik favoritku. Namun, tubuhku seolah-olah terkunci. Hingga akhirnya, sosok bayangan hitam terlintas dikamarku dan mendekatiku. Dia menyihir pandanganku seolah-olah terjadi gempa bumi, yang membuat kepalaku sangat pusing. Aku semakin tidak karuan, “ada apa dengan diriku? Tanyaku dalam hati. Sosok bayangan itu terus mendekatiku, sehingga semakin jelas terlihat bentuknya. Sosok wanita berambut pendek berbaju putih dengan lumuran darah di bajunya. Dia tak memperlihatkan wajahnya, dia hanya mendekat padaku dan mengusap-usap rambut panjangku. Hingga aku merasakan betapa dinginya tangan sosok itu. Disitu aku ingin menjerit sejadi-jadinya, namun mulutku kaku. Aku mencoba memberontak ketika sosok wanita itu terus mengusap-usap rambutku. Namun sosok itu justru menyanyikan lagu favorit yang aku dengarkan sebelum tidur. Ingin ku berteriak siapa kau..? Tapi sosok itu menyanyi semakin melengking sehingga memekikan telingaku. Aku langsung berdoa pada tuhan, agar dijauhkan dari sosok terkutuk ini. Aku berdoa dengan khusyuk' dalam hati, walaupun suara sosok itu sangat mengganggu diriku. Aku langsung terbangun membelalakan mata dengan peluh yang membasahi seluruh tubuhku. Dengan melihat sekeliling kamarku. Kulihat waktu menunjukan pukul 02:35. Aku sangat bingung dengan diriku saat itu, layaknya orang ling-lung. Aku menangis sejadi-jadinya. Dan aku akhirnya mencoba untuk tidak tidur lagi hingga waktu fajar.

  T.A.M.A.T

Kuntilanak Berambut Pendek

               Kuntilanak Berambut Pendek                                                                     Oleh : Siti Uswatun Khasanah...